Pebisnis UMKM yang sukses bukanlah mereka yang bekerja paling keras, melainkan mereka yang membuat keputusan berdasarkan data. Menutup hari operasional (Tutup Shift) tidak boleh sekadar menghitung uang di laci. Anda harus menganalisis "kesehatan" bisnis hari tersebut.
Sebagai pemilik, Anda tidak perlu melihat ratusan tabel angka. Cukup pantau 5 Key Performance Indicators (KPI) esensial ini di Tuntas POS Anda setiap malam sebelum tidur.
1. Total Pendapatan vs Target Harian
Apakah penjualan hari ini mencapai Break-Even Point (titik impas)? Jika Anda tahu biaya sewa, gaji, dan listrik harian Anda adalah Rp 500.000, maka omzet Rp 600.000 berarti Anda profit.
2. Jumlah Struk (Transaksi) Harian
Total omzet bisa saja besar karena ada 1 rombongan pesan makanan mahal, tapi jika traffic (jumlah transaksi) menurun, itu tanda bahaya. Jumlah struk menandakan keramaian pengunjung.
3. Rata-Rata Nilai Transaksi (Average Ticket Size)
Cara menghitungnya: Total Omzet dibagi Jumlah Struk. Jika Average Ticket Size Anda Rp 30.000, pikirkan cara untuk Mengubah Pelanggan Baru Menjadi Pelanggan Tetap atau melatih kasir melakukan up-selling agar rata-rata ini naik menjadi Rp 40.000.
4. Item Terlaris (Top Selling Items)
Bukan hanya tahu apa yang laku, tapi pastikan bahan baku untuk item tersebut siap untuk esok hari agar Anda tidak kehabisan stok saat pelanggan mencari menu tersebut.
5. Laporan Void (Pembatalan Pesanan)
Jika tiba-tiba ada banyak pesanan yang di-void (dibatalkan) malam itu, ini adalah indikator merah adanya indikasi kecurangan, seperti yang kita bahas di 7 Celah Kebocoran Keuangan Kafe.
Dengan laporan Cloud otomatis dari Tuntas POS, 5 metrik penting ini akan tersaji langsung di smartphone Anda dalam hitungan detik. Cerdas berbisnis dimulai dari data!